Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat DKI Jakarta terus melaksanakan rangkaian kegiatan Safari Ramadhan melalui program “Partai Ummat Menyapa Warga Jakarta”. Hingga memasuki hari ke-14 bulan Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan buka puasa bersama masih rutin digelar di berbagai wilayah.
Pada hari ke-14 Ramadhan tersebut, kegiatan dilaksanakan bersama DPD Partai Ummat Jakarta Pusat di Masjid Jami’ Al-Mahbubin, Jalan Kebon Kosong Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Ummat dari tingkat daerah hingga kecamatan di wilayah Jakarta Pusat, tokoh agama, unsur organisasi masyarakat, serta warga sekitar lingkungan masjid.
Obrolan Politik dalam Suasana Ramadhan
Dalam sesi dialog yang berlangsung santai menjelang waktu berbuka puasa, Ketua DPD Partai Ummat Jakarta Pusat, M. Furqon, menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara agama dan politik.
Ia menegaskan bahwa umat Islam tidak seharusnya terjebak pada narasi propaganda yang menyatakan bahwa agama tidak boleh dicampur dengan politik.
Menurutnya, narasi yang memisahkan dakwah Islam dari politik sering kali digunakan untuk memperkuat kelompok liberal, sosialis, dan sekuler agar tetap mempertahankan kekuasaan dalam sistem pemerintahan.
Furqon menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, agama dan politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Islam mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk tata kelola masyarakat dan negara. Politik seharusnya menjadi alat untuk menerapkan nilai-nilai moral Islam, bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga urusan muamalah termasuk politik (siyasah). Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW berperan sebagai pemimpin agama sekaligus kepala negara, yang menjadi rujukan bahwa agama dan negara memiliki keterkaitan yang erat.
Konsistensi Partai Ummat
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Partai Ummat DKI Jakarta, Buya Fikri Bareno, menanggapi pertanyaan dari peserta mengenai komitmen Partai Ummat terhadap tagline partai, yaitu “Lawan Kezaliman dan Tegakkan Keadilan.”
Menjawab pertanyaan tersebut, Fikri Bareno menyampaikan bahwa Partai Ummat diinisiasi oleh tokoh-tokoh politik yang selama ini dikenal konsisten memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat Indonesia.
Ia mencontohkan sosok Amien Rais, tokoh reformasi sekaligus tokoh organisasi kemasyarakatan besar di Indonesia, yang selama ini dikenal vokal menyuarakan hak-hak rakyat serta memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Selain itu, menurutnya Partai Ummat juga merupakan wadah bagi berbagai tokoh dan aktivis Islam yang memiliki rekam jejak dalam dakwah dan perjuangan sosial. Di antaranya MS Kaban, KH Cholil Ridwan, Farid Okbah, serta sejumlah ulama dan aktivis gerakan Islam lainnya.
“Dengan melihat rekam jejak para tokoh yang ada di Partai Ummat, masyarakat dapat menilai sendiri apakah partai ini akan konsisten terhadap perjuangan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” ujar Fikri Bareno.
Ditutup dengan Doa dan Shalat Berjamaah
Kegiatan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara ditutup dengan doa, dzikir bersama, ramah tamah, serta shalat Maghrib berjamaah bersama para peserta dan masyarakat sekitar.
