Tantangan Kita Saat Ini. TANTANGAN KITA BUKAN KURANG HAFAL PANCASILA, TAPI KURANG MENGAMALKANNYA
Oleh Redaksi Partaiummat.net
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Spanduk dipasang, upacara digelar, pidato disampaikan. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
Hari ini, hampir seluruh rakyat Indonesia hafal bunyi Pancasila. Anak-anak sekolah menghafalnya sejak dini. Para pejabat mengucapkannya dalam berbagai kesempatan. Akan tetapi, tantangan terbesar bangsa ini bukanlah kurang hafal Pancasila.
Tantangan kita adalah mengamalkannya.
Ketika korupsi masih merampas hak rakyat, di manakah nilai keadilan sosial?
Ketika hukum terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas, di manakah semangat kemanusiaan yang adil dan beradab?
Ketika kesenjangan ekonomi semakin lebar dan jutaan rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya, di manakah cita-cita kesejahteraan bersama?
Ketika hoaks, fitnah, dan kebencian memecah belah anak bangsa, di manakah semangat Persatuan Indonesia?
Pancasila bukan sekadar rangkaian kalimat yang dihafalkan. Pancasila adalah kompas moral yang seharusnya membimbing setiap kebijakan negara dan setiap tindakan warga negara.
Bangsa ini tidak kekurangan slogan. Bangsa ini tidak kekurangan seremoni. Yang masih kita butuhkan adalah keberanian untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Memperingati Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum introspeksi nasional. Sudah sejauh mana para pemimpin menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok? Sudah sejauh mana keadilan hadir bagi masyarakat kecil? Sudah sejauh mana persatuan dijaga di tengah perbedaan?
Pancasila akan tetap menjadi cahaya bagi Indonesia apabila ia tidak hanya diucapkan oleh lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan.
Karena sesungguhnya, tantangan kita bukan kurang hafal Pancasila. Tantangan kita adalah mengamalkannya.
Red : KKP – DPW PU DKI JKT
